Recent Posts

.

Adelia maafkan aku, aku lebih memilih diam

Jumat, 06 Juli 2012


Dear Adelia
Apa kabarmu? Ku harap kau tetap baik disana, oh ya kamu sedang apa sekarang? Ganggu yah? Semoga saja ini tak mengganggumu, mengusik ketenanganmu--- ah, berat sekali aku mengatakannya. Namun tetap haru kukatakan, ku tau kau menunggu jawaban ini dari dulu semenjak kau melihatku pertama kali, tetapi baru kali ini ingin sekali menjawabnya. Tentangnya “hati ku ini”.
            Aku mengerti perasaanmu kepadaku, dan itu saya hargai dengan selama ini semua sapamu telah aku balas dengan ikhlas, tentunya aku tak ingin memberimu harapan palsu, sebuah harapan kosong, aku inginkan kau mengerti. Maafkan aku ingin mengatakan ini sebelumnya, dan maaf pula jika harapan mu itu menjadi sia-sia hanya karena aku.
            Selama ini aku lebih memilih diam ketimbang untuk memilihmu, bukan, bukannya kau tak cantik, tentunya kau cantik, kau sempurna dan aku takut ketidak-sempurnaanku mengurangi khikmat mu menjalani hidup, kau ingin mengerti mengapa aku lebih memilih diam? Aku belum ingin merasakan yang namanya pacaran, aku belum siap, bagiku pacaran itu hal yang sakral, itu adalah proses menuju penyatuan, dimana kita harus merangkai mimpi terlebih dulu sebelum menghadapi prosesnya, aku aku tak pandai merangkainya, aku takut kau akan kecewa. Itulah alasan ku untuk lebih memilih diam.
            Dan silahkan! Terbanglah engkau bersama yang lain dalam merangkai mimpimu, aku tetap dalam pendirianku yang selama ini aku teguhkan, yaitu aku lebih memilih diam, maka maafkan aku. Semoga surat ini dapat menjawab semua yang engkau nantikan. Terima kasih.

*Adelia maafkan aku, aku lebih memilih diam

0 komentar:

Posting Komentar