Andi, sial betul kau hari ini,
sampai-sampai menyapa pun kau tak mampu, saya rasa terdapat perbedaan yang
tipis antara mampu dan mau, namun disini kau lebih memilih tak mampu, Hingga saat ini kau masih enggan
mejelaskannya, saat ini itu masih menjadi rahasia. Padahal jelas-jelas kau
tertangkap basah sedang menjamah matanya dengan kedua matamu. Seakan engkau
menelanjangi pandanganmu sendiri.
Katakanlah Andi apa yang sekarang
engkau rasakan, barangkali temanmu ini dapat membantu mu, memang, tak usah pun
engkau memberitahuku tentang perasaanmu tadi siang, aku mampu menangkapnya. “Engkau mencintainnya bukan ?” kataku.
“kau jatuh cinta pada pandangan petama ? seakan-akan kau mampu terbang, seperti alunan melodi pada lagu James Blunt – You’re Beautiful.
“kau jatuh cinta pada pandangan petama ? seakan-akan kau mampu terbang, seperti alunan melodi pada lagu James Blunt – You’re Beautiful.
Kau ingin tau wanita itu andi ? dia
adalah Dian, simple kan ? Cuma empat
kata. Bahkan kau akan mampu mengingatnya, D.I.A.N, ya- Dian. “Nama yang baguskan ?” Kau hanya
mengangguk dan tersenyum.
“katakan padaku apa yang membuatmu jatuh cinta padanya ?“
“katakan padaku apa yang membuatmu jatuh cinta padanya ?“
“alis matanya yang
indah ?”
“bibirnya yang tipis ?“
“yang berwarna merah
muda ?”
“wajah yang berbinar ?”
atau postur tubuh yang ideal bagimu ? tapi
engkau lupa akan hijab yang menaunginya. Itulah batasan mu. Semoga engkau dapat
membatasi pandangmu.
Sayangnya
waktu itu dia telah bersama dengan yang lain, memegang erat tangannya. Itu yang
membuatmu gusar saat ini. Engkau terlihat merenung, seakan engkau
merindukannya, ingin melihat sosoknya lagi, namun kesempatan tak datang dua
kali andi, apa lagi datang 3 kali, kau memang sial siang tadi, jadi Andi…..
Berharaplah saja engkau bertemunya kembali, dan ungkapkan
apa yang engkau rasakan, sebelum kau menyesalinnya.
*Foto diambil dari Sini


0 komentar:
Posting Komentar