Ini memang yang aku tunggu-tunggu sebelumnya. Namun kita dibutuhkan pada saatnya. Aku menghangatkan bumi di siang hari, dan kau meneduhkan hati anak cucu adam yang lelah di kala malam. Aku menemui di senja kemudian untuk menanyakannya kepadamu, dan kau hanya termenung untuk memberi sebuah keputusan yang pasti. Yang itupun sulit aku putuskan juga.
Sungguh sulit kali ini. Keadaan yang memaksa kita seperti ini. Kita bisa saja egois hanya mementingkan kebutuhan kita berdua, namun kita berdua sadar akan pentingnya peran masing-masing hingga menyisahkan sebuah puzle masalah yang sulit untuk dilalui. Aku dan kau diam untuk sesaat. Membiarkan semua mengalir begitu saja layaknya air yang mengalir disungai. Gemerciknya mengusik rasa. Meniupkan angin-angin risau yang menembus di sela-sela hati.
Keterbatasan ini tulus jalankan cinta
terhina dalam hati tersudut karena beda
kau sosok tak sempurna tapi bermakna.
Puisi @Bondan Prakoso & Fade 2 Black – Tak Sempurna.

0 komentar:
Posting Komentar